PASBERITA.com - Bebegig, kesenian khas Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bakal memeriahkan acara hitung mundur ('counting down') 444 hari menjelang PON XIX/2016 Jabar. Sosialisasi PON ini dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-373 Kabupaten Ciamis pada Minggu, 7 Juni 2015.
Ketua Bidang Penyiaran dan Pelayanan Media (PPM) PON XIX/2016 Jabar Ateng Kusnandar mengungkap rencana dimaksud dalam perjalanan dari Kota Bandung menuju Ciamis, Selasa siang (26/5/2015).
"Hari ini, tim PPM menuju Kabupaten Ciamis untuk berkoordinasi langsung dengan Bupati Iing Syam Arifin soal pelaksanaan 'counting down'," ujar Ateng kepada wartawan dalam perjalanan.
Ditambahkan, Bebegig dihadirkan meramaikan acara hitung mundur karena seni tradisi unik identik dengan Kabupaten Ciamis. Bebegig juga selalu dinanti oleh warga Kabupaten Ciamis dan Jabar umumnya, terlebih bila jumlahnya banyak.
Bebegig mirip dengan orang-orangan sawah. Namun, aktornya adalah manusia yang memakai topeng besar. Selain memakai topeng unik dengan raut beragam, bebegig dihiasi rambut gimbal. Kesenian ini semakin menghadirkan suasana meriah berkat musik pengiring dogdog dan angklung.
Bebegig mulai dipopulerkan seniman Kabupaten Ciamis dan masyarakat Kecamatan Sukamantri khususnya, pada 1950-an.
"Seni Bebegig termasuk kategori 'helaran' (karnaval). Biasanyas digelar untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI, khitanan, menyambut tamu, acara-acara tertentu, serta kerap dilombakan pada festival di luar daerah," ungkap Ateng, yang juga Kepala Bagian Humas Pemprov Jabar.
Ateng merinci, acara hitung mundur 444 hari menuju PON XIX/2016 Jabar juga dimeriahkan jalan sehat keliling pusat Kabupaten Ciamis. Jalan sehat yang akan diikuti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yang juga Ketua Umum Panitia Besar (PB) PON XIX/2016 Jabar, diperkirakan diikuti antara 60-70 ribu warga umum.
"Istimewanya lagi ada senam yang diikuti 444 santri dari berbagai pesantren se-Ciamis. Jadi 'counting down' 444 menjelang PON XIX di Ciamis akan sangat meriah. Ini semua guna mengundang partisipasi masyarakat menyukseskan PON," papar Ateng lagi.
Pemprov Jawa Barat, kata Ateng, berupaya menjadikan pesta olahraga mutli cabang olahraga nasional terakbar ini terbesar dalam sejarah PON. (*)
Ketua Bidang Penyiaran dan Pelayanan Media (PPM) PON XIX/2016 Jabar Ateng Kusnandar mengungkap rencana dimaksud dalam perjalanan dari Kota Bandung menuju Ciamis, Selasa siang (26/5/2015).
"Hari ini, tim PPM menuju Kabupaten Ciamis untuk berkoordinasi langsung dengan Bupati Iing Syam Arifin soal pelaksanaan 'counting down'," ujar Ateng kepada wartawan dalam perjalanan.
Ditambahkan, Bebegig dihadirkan meramaikan acara hitung mundur karena seni tradisi unik identik dengan Kabupaten Ciamis. Bebegig juga selalu dinanti oleh warga Kabupaten Ciamis dan Jabar umumnya, terlebih bila jumlahnya banyak.
Bebegig mirip dengan orang-orangan sawah. Namun, aktornya adalah manusia yang memakai topeng besar. Selain memakai topeng unik dengan raut beragam, bebegig dihiasi rambut gimbal. Kesenian ini semakin menghadirkan suasana meriah berkat musik pengiring dogdog dan angklung.
Bebegig mulai dipopulerkan seniman Kabupaten Ciamis dan masyarakat Kecamatan Sukamantri khususnya, pada 1950-an.
"Seni Bebegig termasuk kategori 'helaran' (karnaval). Biasanyas digelar untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI, khitanan, menyambut tamu, acara-acara tertentu, serta kerap dilombakan pada festival di luar daerah," ungkap Ateng, yang juga Kepala Bagian Humas Pemprov Jabar.
Ateng merinci, acara hitung mundur 444 hari menuju PON XIX/2016 Jabar juga dimeriahkan jalan sehat keliling pusat Kabupaten Ciamis. Jalan sehat yang akan diikuti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yang juga Ketua Umum Panitia Besar (PB) PON XIX/2016 Jabar, diperkirakan diikuti antara 60-70 ribu warga umum.
"Istimewanya lagi ada senam yang diikuti 444 santri dari berbagai pesantren se-Ciamis. Jadi 'counting down' 444 menjelang PON XIX di Ciamis akan sangat meriah. Ini semua guna mengundang partisipasi masyarakat menyukseskan PON," papar Ateng lagi.
Pemprov Jawa Barat, kata Ateng, berupaya menjadikan pesta olahraga mutli cabang olahraga nasional terakbar ini terbesar dalam sejarah PON. (*)
sumber Sumber